“Mengintip Aktivitas Sekolah di era New Normal”

Memasuki Awal Juni 2020, kondisi masa transisi atau yang disebut dengan nama lain New Normal. New Normal adalah kondisi dimana sebuah wilayah memasuki masa peralihan atau gaya kehidupan baru dalam menerapkan budaya sehat, sebagaiamana kutipan yang penulis ambil dari tirto.id (26 Mei 2020) bahwa new normal merupakan skenario untuk mempercepat penanganan COVID-19 dalam aspek kesehatan dan sosial-ekonomi. Kondisi pendidikan yang belum memungkinkan untuk tetap belajar di sekolah dan melaksanakan aktivitas rutin dan menunggu kejelasan dari kebijakan pemerintah. Menghadapi kondisi yang belum stabil pemerintah masih belum memutuskan untuk membuka sekolah dikarenakan melihat kondisi kurva dan data-data dari pihak medis maupun sejumlah pakar epidemologi belum mengizinkan adanya keramaian sehingga pemerintah masih melakukan pengkajian kebijakan untuk membuka sekolah di era new normal.

Belajar dari rumah masih menjadi prioritas sekolah-sekolah untuk tetap menghidupkan aktivitas para siswa di rumah. Penggunaan teknologi komunikasi menjadi hal utama dan mendasar yang perlu dikuasai oleh siswa, guru maupun orang tua sebagaimana penulis mengambil kutipan kompas.com M Ari Widowati memaparkan  bahwa survei yang dilakukan Tanoto Foundation kepada guru, kepala sekolah, orangtua, dan siswa dari 454 sekolah dan madrasah mitra. Mendukung pelaksanaan pendidikan dalam era new normal, M Ari Widowati, Direktur Program Pendidikan Dasar Tanoto Foundation, memaparkan hasil survei atas 454 sekolah dan madrasah mitra dengan responden guru, kepala sekolah, orangtua, dan siswa.

“Salah satu temuan menarik adalah 48,3 persen siswa senang dengan belajar di rumah karena gurunya membuat mereka belajar lebih menarik, bervariasi, dan bermakna,” kata Ari.

“Praktik baik ini perlu disebarkan agar lebih banyak siswa yang belajar dengan baik walaupun dirumah. Karena masih ada 46,8 persen lagi siswa yang menyatakan belajar di rumah tidak menyenangkan, dengan alasan terbanyak adalah terlalu banyak tugas dari guru,” kata Ari.

WhatsApp Image 2020-06-09 at 08.29.52WhatsApp Image 2020-06-09 at 10.49.07

Data diatas menunjukkan bahwa kreativitas dan inovasi dari seorang guru dalam memberi pembelajaran kepada siswanya melalui media teknologi komunikasi sangatlah berpengaruh dalam mendukung suasana belajar online,daring, dan luring sehingga keaktifan siswa yang belajar di rumah menjadi lebih nayaman dan tidak bosan.

WhatsApp Image 2020-06-08 at 07.22.58 WhatsApp Image 2020-06-08 at 07.22.57WhatsApp Image 2020-06-08 at 06.52.19

Kebijakan untuk tetap belajar di rumah dengan menggunakan teknologi komunikasi juga di terapkan dalam aktivitas ujian sekolah siswa-siswi al akhyar. Kebijakan sekolah untuk mengantisipasi kebosanan siswa adalah dengan tetap mengontrol para guru secara langsung dan membantu pelaksanaan teknis ujian yang berbasis online tidak terhambat. Kegiatan ujian akhir semester berbasis online dilaksanakan dengan guru tetap berada di sekolah dengan tetap menjaga protokol kesehatan sesuai arahan dari pemerintah dan siswa ujian dari rumah.

 

WhatsApp Image 2020-06-09 at 08.29.31 WhatsApp Image 2020-06-09 at 08.32.37

Please follow and like us:

Ada Pertanyaan Atau Saran?

comments

Open chat
Butuh Bantuan?
Powered by