[TIPS] Tegur Siswa Terlambat Tanpa Mempermalukannya, Begini Caranya
![[TIPS] Tegur Siswa Terlambat Tanpa Mempermalukannya, Begini Caranya](/uploads/berita/6ab5e2db31275_1790304987.webp)
TIPS PENANGANAN SISWA YANG TERLAMBAT
Tegur Siswa Terlambat Tanpa Mempermalukannya, Begini Caranya
8 Langkah Menangani Siswa Terlambat yang Lebih Mendidik.
Tujuan penanganan siswa terlambat adalah membantu siswa memahami masalah, bertanggung jawab dan berubah menjadi lebih disiplin.
Jadi, alurnya bisa dibuat sederhana:
Catat → Tegur → Pahami Penyebab → Konseling → Buat Komitmen → Pantau → Libatkan Orang Tua → Tindak Lanjut
Bagaimana penerapannya?
1️⃣ Identifikasi & Pencatatan
Setiap keterlambatan perlu dicatat dengan rapi. Catat nama siswa, kelas, tanggal, waktu datang, dan bila perlu alasan keterlambatan.
Contoh:
Kamis, 24 September, datang pukul 07.25, terlambat 25 menit. Jangan hanya mengandalkan ingatan guru.
👉 Data keterlambatan menjadi dasar untuk melihat apakah masalahnya hanya sesekali atau sudah menjadi pola.
2️⃣ Teguran Awal
Jika baru pertama atau masih jarang terjadi, berikan teguran yang mendidik. Tidak perlu mempermalukan siswa di depan teman-temannya.
Contoh:
“Pagi, Nak. Hari ini kamu terlambat. Besok kita usahakan datang lebih awal, ya. Ada kendala pagi ini?”
👉 Teguran sebaiknya membuat siswa sadar bukan membuatnya merasa dipermalukan.
3️⃣ Pemanggilan oleh Guru BK
Jika keterlambatan mulai berulang, guru BK dapat melakukan pendekatan lebih mendalam dan mencari penyebabnya.
Contoh pertanyaan:
“Biasanya kamu berangkat jam berapa?”
“Apa yang membuat kamu sering terlambat?”
“Apakah ada masalah di rumah atau perjalanan ke sekolah?”
👉 Sebelum memberikan solusi, pahami dulu penyebabnya.
4️⃣ Kesepakatan Perubahan.
Setelah penyebab diketahui, ajak siswa membuat komitmen yang realistis.
Misalnya siswa terlambat karena sering bangun kesiangan. Buat kesepakatan: “Mulai besok alarm dipasang pukul 05.00, persiapan dilakukan malam sebelumnya, dan berangkat pukul 06.30.”
👉 Perubahan lebih kuat ketika siswa ikut membuat komitmen, bukan hanya menerima perintah.
5️⃣ Monitoring.
Setelah ada komitmen, jangan berhenti pada nasihat. Pantau perkembangannya.
Contoh:
Selama dua minggu, wali kelas atau guru BK melihat catatan kehadirannya. Jika mulai membaik, berikan apresiasi.
👉 Perubahan perlu dipantau dan diperkuat dengan apresiasi.
6️⃣ Kolaborasi dengan Wali kelas.
Keterlambatan bukan hanya urusan guru piket atau guru BK. Wali kelas perlu mengetahui perkembangan siswa.
Contoh:
Guru BK menyampaikan kepada wali kelas: “Ananda sudah menunjukkan perbaikan, tetapi masih terlambat dua kali minggu ini. Mari kita pantau bersama.”
👉 Masalah siswa lebih mudah diselesaikan jika guru bekerja sebagai tim, bukan sendiri-sendiri.
7️⃣ Pemanggilan Orang tua/wali
Jika keterlambatan terus berulang meskipun sudah diberikan pembinaan, sekolah dapat melibatkan orang tua/wali. Tetapi jangan memanggil orang tua hanya untuk mengatakan:
“Anak Bapak/Ibu nakal.”
Sampaikan data dan ajak mencari solusi.
Contoh:
“Dalam satu bulan, Ananda terlambat tujuh kali. Kami ingin memahami penyebabnya dan mencari solusi bersama.”
👉 Orang tua diposisikan sebagai mitra pendidikan, bukan pihak yang harus disalahkan.
8️⃣ Tindak lanjut.
Setelah pertemuan, harus ada tindak lanjut.
Misalnya:
✔️ jadwal bangun dan berangkat diperbaiki
✔️ monitoring kehadiran
✔️ konseling lanjutan
✔️ komunikasi dengan orang tua
✔️ evaluasi setelah periode tertentu
Jika masalah ternyata berkaitan dengan kondisi yang lebih serius, sekolah perlu memberikan dukungan sesuai kebutuhan dan melibatkan pihak yang tepat.
👉 Penanganan tidak berhenti pada pemanggilan orang tua. Harus ada perubahan dan evaluasi.
JADI, JANGAN LUPA 8 LANGKAHNYA:
1. Catat
2. Tegur
3. Pahami penyebab
4. Konseling
5. Buat komitmen
6. Pantau
7. Libatkan orang tua
8. Tindak lanjut
Dan ingat…
Disiplin yang baik bukan lahir karena siswa takut kepada hukuman. Disiplin yang baik tumbuh ketika siswa memahami alasan, belajar bertanggung jawab, dan mendapatkan pendampingan untuk berubah.
