Lewati ke konten utama
Sekolah Islam Al AkhyarSekolah IslamALAKHYAR
← Semua Berita
Kegiatan28 Oktober 2026 · Nur Asiah, S.Pd.

Dari Bungkus Cemilan Menjadi Media Pembelajaran: Serunya Menjadi Detektif Gizi Pembelajaran Persen, Pecahan Biasa dan Desimal 🔍🍫🧮

Bagikan
Dari Bungkus Cemilan Menjadi Media Pembelajaran: Serunya Menjadi Detektif Gizi Pembelajaran Persen, Pecahan Biasa dan Desimal 🔍🍫🧮

Makassar, SD Islam Al Akhyar Makassar — Pembelajaran Matematika menjadi lebih menarik dan menyenangkan ketika siswa dapat menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Hal inilah yang terlihat dalam kegiatan pembelajaran Matematika di kelas 4 Al Alim SD Islam Al Akhyar Makassar melalui aktivitas kreatif bertajuk “Detektif Gizi”.

Dalam kegiatan ini, siswa diajak memanfaatkan kemasan makanan ringan dan mie instan yang biasa mereka konsumsi sebagai media pembelajaran. Kemasan yang biasanya dianggap sebagai sampah setelah makanan habis, ternyata dapat menjadi sumber belajar yang menarik dan bermakna.

🧮 Menyelidiki Angka di Balik Kemasan 🧮

Kegiatan Detektif Gizi mengajak siswa untuk berperan sebagai detektif yang bertugas menemukan dan mengamati informasi pada tabel nilai gizi di bagian belakang kemasan makanan. Siswa membawa kemasan camilan dan mie instan dari rumah, kemudian mengidentifikasi angka-angka berbentuk persentase yang tercantum pada tabel informasi nilai gizi.

Setelah menemukan angka persentase tersebut, siswa melanjutkan penyelidikan dengan mengubahnya menjadi bentuk pecahan biasa dan pecahan desimal. Melalui aktivitas ini, siswa berlatih memahami hubungan antara persen, pecahan biasa, dan pecahan desimal secara langsung menggunakan contoh yang dekat dengan kehidupan mereka.

Proses pembelajaran berlangsung dengan suasana yang aktif dan interaktif. Siswa mengamati, mencatat, menghitung, serta mendiskusikan hasil temuannya. Mereka tidak hanya belajar memahami konsep Matematika, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, ketelitian, dan keterampilan memecahkan masalah.

🧮 Belajar Matematika dari Kehidupan Sehari-hari 🧮

Kegiatan Detektif Gizi merupakan salah satu bentuk pembelajaran kontekstual, yaitu pembelajaran yang menghubungkan materi di kelas dengan situasi nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui pendekatan ini, siswa memperoleh pengalaman bahwa Matematika tidak hanya berkaitan dengan angka-angka dalam buku pelajaran atau soal di papan tulis. Konsep Matematika juga dapat ditemukan dalam berbagai benda dan aktivitas yang mereka jumpai setiap hari, termasuk pada kemasan makanan yang sering mereka konsumsi.

Penggunaan kemasan makanan sebagai media pembelajaran juga mendorong siswa untuk lebih aktif terlibat dalam proses belajar. Mereka mendapatkan kesempatan untuk menemukan sendiri informasi yang dibutuhkan, menerapkan konsep yang telah dipelajari, dan membuktikan bahwa Matematika dapat dipahami melalui pengalaman nyata.

Selain mengasah kemampuan numerasi, kegiatan ini turut memperkenalkan siswa pada informasi nilai gizi yang tercantum pada kemasan makanan. Dengan demikian, siswa dapat mulai membiasakan diri untuk membaca informasi pada kemasan sebagai bagian dari upaya mengenal kandungan makanan yang dikonsumsi.

🧮 Belajar dengan Gembira, Memahami dengan Lebih Bermakna 🧮

Suasana pembelajaran yang berbeda dari biasanya membuat siswa kelas 4 Al Alim terlihat lebih antusias dan senang mengikuti kegiatan. Mereka dapat belajar sambil menyelidiki, berdiskusi, dan menyelesaikan tantangan Matematika menggunakan media yang mereka bawa sendiri dari rumah.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran yang kreatif tidak selalu membutuhkan media yang mahal atau rumit. Benda-benda sederhana yang tersedia di lingkungan sekitar dapat dimanfaatkan menjadi sarana belajar yang efektif apabila dirancang sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Melalui Detektif Gizi, diharapkan siswa semakin memahami konsep persen, pecahan biasa, dan pecahan desimal, sekaligus tumbuh menjadi pembelajar yang aktif, kritis, kreatif, dan mampu menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan sehari-hari.

Pembelajaran Matematika di kelas pun menjadi pengalaman yang lebih bermakna : bukan sekadar menghitung angka, melainkan menemukan ilmu di balik hal-hal sederhana yang dekat dengan kehidupan siswa.

Bagikan artikel ini

Bantu sebarkan kabar baik dari Al Akhyar.