Sekolah Islam Al AkhyarSekolah IslamALAKHYAR
← Semua Berita
Kegiatan29 Agustus 2026 · Amaliah Maisurah,S.K.M

Karena Setiap Anak adalah Pemenang : Festival Kemerdekaan KB-TK Islam Al Akhyar 2026

Bagikan
Karena Setiap Anak adalah Pemenang : Festival Kemerdekaan KB-TK Islam Al Akhyar 2026

Karena Setiap Anak adalah Pemenang : Festival Kemerdekaan KB-TK Islam Al Akhyar 2026

“Aku Bisa, Aku Hebat”

Semangat kemerdekaan tidak selalu harus dirayakan dengan perlombaan untuk menentukan siapa yang tercepat, terkuat, atau menjadi juara pertama. Di usia anak-anak, kemerdekaan juga dapat diperkenalkan melalui kesempatan untuk mencoba, bergerak, bekerja sama, berani tampil, dan merasakan bahwa setiap usaha mereka memiliki arti.

Semangat inilah yang hadir dalam Festival Kemerdekaan KB-TK Islam Al-Akhyar Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Selasa, 18 Agustus 2026. Bu Guru Rahmi selaku PJ mengangkat tema “Aku Bisa, Aku Hebat”, kegiatan dirancang bukan sekadar untuk memeriahkan suasana Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi anak.

Sebanyak 117 peserta didik bersama para guru dan pendamping mengikuti rangkaian kegiatan yang menghadirkan berbagai aktivitas khas perayaan kemerdekaan dengan pendekatan yang sesuai dengan dunia anak.

Belajar tentang Kemerdekaan melalui Pengalaman

Bagi anak usia dini, konsep seperti kemerdekaan, nasionalisme, perjuangan, dan kepahlawanan tentu belum dapat dipahami sebagaimana orang dewasa memahaminya.

Karena itu, nilai-nilai tersebut diperkenalkan melalui pengalaman yang dekat dengan kehidupan mereka: berani mencoba, mengikuti aturan, bekerja sama, menunggu giliran, membantu teman, menyelesaikan tantangan, serta menghargai usaha diri sendiri dan orang lain.

Hal ini sejalan dengan prinsip developmentally appropriate practice yang menempatkan anak sebagai individu yang unik dan mendorong pembelajaran melalui bermain, eksplorasi, keterlibatan aktif, serta pengalaman yang menyenangkan. Pendekatan tersebut juga menekankan pentingnya mendukung perkembangan anak secara utuh, bukan hanya mengejar satu hasil tertentu.¹

Karena itu, berbagai permainan dalam Festival Kemerdekaan Al-Akhyar tidak ditempatkan semata-mata sebagai perlombaan untuk mencari pemenang.

Tujuan utamanya adalah memberikan ruang kepada setiap anak untuk berkata: “Aku bisa.”

Memulai Kemerdekaan dengan Upacara Bendera

Salah satu bagian istimewa dalam kegiatan tahun ini adalah pelaksanaan upacara bendera yang melibatkan anak-anak sebagai petugas.

Untuk sebuah kegiatan di jenjang KB-TK, pengalaman tersebut bukan hanya tentang menjalankan sebuah tugas. Anak-anak mendapatkan kesempatan untuk belajar mengambil peran, mengikuti instruksi, mengembangkan keberanian, serta bertanggung jawab terhadap tugas sederhana yang diberikan kepada mereka.

Enam peserta didik dipercaya menjalankan tugas dalam upacara:

Rasya (B2) sebagai Pemimpin Upacara,

Nadin (B3) sebagai Pembawa Bendera,

Qiyas (B1) sebagai Pembentang Bendera,

Riffat (B1) sebagai Pengerek Bendera,

Aisyah (B3) sebagai Pembaca Pancasila, dan

Baby (B4) sebagai Pembaca Doa.

Bagi orang dewasa, tugas-tugas tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun bagi seorang anak usia dini, berdiri di depan teman-temannya, mengingat instruksi, menjalankan peran, dan menyelesaikan tugas sampai selesai merupakan pengalaman yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan tanggung jawab.

Anak tidak hanya mendengar bahwa dirinya hebat.

Ia mendapatkan pengalaman bahwa dirinya mampu melakukan sesuatu.

Bermain, Bergerak, dan Berani Mencoba

Setelah upacara, anak-anak mengikuti berbagai aktivitas yang terinspirasi dari permainan khas perayaan kemerdekaan, di antaranya Misi Selamatkan Bendera, Operasi Pengiriman Air, Mengepit Balon, Pancing Kesabaran, serta Lomba Makan Kerupuk.

Dalam Misi Selamatkan Bendera, misalnya, anak diajak merayap, melompati simpai, bergerak zig-zag melewati rintangan, mengambil bendera Merah Putih, kemudian membawanya kembali ke tempat semula.

Aktivitas seperti ini memberikan kesempatan bagi anak untuk menggunakan tubuhnya secara aktif sekaligus melatih koordinasi gerak, keseimbangan, perhatian, keberanian, dan kemampuan mengikuti aturan permainan.

Sementara itu, kegiatan seperti Operasi Pengiriman Air memberikan pengalaman berbeda. Anak perlu bekerja sama dan menggunakan koordinasi tangan untuk memindahkan air menggunakan spons.

Dengan demikian, permainan yang tampak sederhana sebenarnya menghadirkan banyak pengalaman perkembangan di dalamnya.

Hal ini sejalan dengan pandangan bahwa bermain bukan sekadar aktivitas untuk mengisi waktu. Melalui bermain, anak dapat berlatih memusatkan perhatian, menggunakan memori kerja, mengembangkan pengendalian diri, serta membangun berbagai kemampuan yang menjadi fondasi perkembangan selanjutnya.²

Tidak Ada Anak yang Kalah

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam Festival Kemerdekaan Al-Akhyar adalah bagaimana kegiatan tetap menghadirkan suasana kompetitif yang menyenangkan tanpa menjadikan kemenangan sebagai ukuran utama keberhasilan anak.

Anak-anak tetap diperkenalkan dengan berbagai permainan yang selama ini identik dengan perayaan 17 Agustus. Namun, pengalaman yang ingin dibangun bukanlah sekadar:

“Siapa yang menang?”

melainkan:

“Apa yang sudah kamu coba?”

“Apa yang sudah kamu lakukan?”

“Apakah kamu berani?”

“Apakah kamu mau mencoba lagi?”

“Apakah kamu bisa membantu teman?”

Inilah makna “Aku Bisa, Aku Hebat.”

Dalam pendidikan anak usia dini, setiap anak datang dengan kemampuan, pengalaman, minat, dan kecepatan perkembangan yang berbeda. Karena itu, pembelajaran yang tepat bukanlah memaksa semua anak mencapai hasil yang sama dengan cara yang sama, melainkan memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk berkembang sesuai potensinya. NAEYC menekankan bahwa praktik pembelajaran anak usia dini perlu memperhatikan perkembangan umum sekaligus individualitas setiap anak.¹

Hal tersebut juga sejalan dengan arah Standar Isi PAUD di Indonesia yang menempatkan perkembangan anak secara terpadu dalam berbagai aspek, termasuk nilai agama dan moral, nilai Pancasila, fisik-motorik, kognitif, bahasa, dan sosial-emosional.³

Maka, dalam Festival Kemerdekaan ini, keberhasilan seorang anak bukan hanya ketika ia menjadi yang pertama menyelesaikan permainan.

Keberhasilan juga dapat terlihat ketika anak yang awalnya ragu akhirnya berani mencoba.

Ketika anak yang kesulitan tetap mau berusaha.

Ketika anak belajar menunggu giliran.

Ketika anak memberikan semangat kepada temannya.

Ketika anak mampu mengikuti aturan.

Dan ketika anak tersenyum bangga karena berhasil menyelesaikan tantangan sesuai kemampuannya.

Semua itu adalah kemenangan.

Berkompetisi dalam Kebaikan

Nilai ini juga dapat ditempatkan dalam perspektif Islam.

Al-Qur’an tidak mengajarkan manusia untuk berhenti berusaha. Bahkan Allah memerintahkan manusia untuk fastabiqul khairat—berlomba-lomba dalam kebaikan.

“Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan.”(QS. Al-Baqarah: 148) ⁴

Bagi anak usia dini, semangat fastabiqul khairat dapat diperkenalkan bukan sebagai dorongan untuk mengalahkan teman, melainkan sebagai semangat untuk menjadi lebih baik dalam kebaikan: berani mencoba, mau membantu, bersikap sportif, mengikuti aturan, dan tidak mudah menyerah.

Al-Qur’an juga mengingatkan bahwa manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal, sementara kemuliaan di sisi Allah tidak ditentukan oleh perbedaan sosial, melainkan oleh ketakwaan.⁵

Dengan demikian, semangat kemerdekaan di sekolah dapat menjadi kesempatan untuk menanamkan nilai bahwa setiap anak berharga, setiap anak memiliki potensi, dan setiap anak memiliki kesempatan untuk tumbuh menjadi versi terbaik dirinya.

Rasulullah ﷺ juga bersabda bahwa orang beriman yang kuat lebih dicintai Allah daripada orang beriman yang lemah, meskipun pada keduanya terdapat kebaikan. Hadis tersebut juga mengajarkan untuk bersungguh-sungguh pada hal yang bermanfaat dan tidak mudah menyerah. (HR. Muslim No. 2664).⁶

Semangat inilah yang ingin ditumbuhkan: bukan kuat untuk mengalahkan orang lain, tetapi kuat untuk menghadapi tantangan diri sendiri.

Setelah Bermain, Anak Tetap Memiliki Ruang untuk Berkarya

Festival tidak berhenti ketika seorang anak menyelesaikan permainan.

Anak-anak yang telah menyelesaikan rangkaian aktivitas kemudian mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan lanjutan berupa menempel clay pada worksheet bertema kemerdekaan Indonesia.

Kegiatan ini dirancang sebagai aktivitas lanjutan yang tetap memberikan pengalaman belajar bermakna sambil memberikan ruang kepada anak untuk bereksplorasi secara kreatif ketika teman-temannya masih menyelesaikan rangkaian permainan.

Dengan cara ini, anak tetap memiliki pilihan aktivitas yang aktif, kreatif, dan terarah, sehingga waktu tunggu berubah menjadi kesempatan belajar.

Kegiatan sederhana seperti menempel clay juga dapat menjadi pengalaman untuk melatih koordinasi mata dan tangan, kekuatan serta kelenturan jari, konsentrasi, kreativitas, dan kemampuan mengikuti instruksi.

Dengan kata lain, tidak ada momen yang benar-benar “menunggu” dalam pembelajaran anak usia dini ketika lingkungan telah dirancang dengan baik.

Setiap momen dapat menjadi kesempatan untuk bermain, bereksplorasi, dan berkembang.

Kemerdekaan untuk Bertumbuh

Pada akhirnya, Festival Kemerdekaan KB-TK Islam Al-Akhyar bukan hanya tentang merah dan putih, bendera, permainan, atau kemeriahan bulan Agustus.

Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar sekolah untuk mengenalkan makna kemerdekaan melalui bahasa yang dapat dipahami anak:

Aku berani mencoba.

Aku boleh belajar dari kesalahan.

Aku dapat menyelesaikan tantangan sesuai kemampuanku.

Aku dapat membantu teman.

Aku dapat mengikuti aturan.

Aku dapat terus belajar.

Dan yang paling penting:

Aku tidak harus mengalahkan teman untuk menjadi hebat.

Sebab dalam pendidikan anak usia dini, ketika seorang anak berani mencoba sesuatu yang sebelumnya belum mampu ia lakukan, sesungguhnya ia telah memenangkan sebuah pertandingan yang jauh lebih penting:

pertandingan melawan rasa takutnya sendiri.

Itulah semangat “Aku Bisa, Aku Hebat.”

Itulah cara Al-Akhyar memaknai kemerdekaan: memberikan ruang kepada setiap anak untuk tumbuh, mencoba, berkembang, dan merasakan bahwa dirinya berharga.

Karena pada akhirnya, di Festival Kemerdekaan Al-Akhyar, semua anak adalah pemenang.

Bagikan artikel ini

Bantu sebarkan kabar baik dari Al Akhyar.