Kelas Inspirasi KB/TK Islam Al Akhyar: Asyiknya Mengenal Profesi Baker dan Membuat Sandwich Sehat

Pendidikan anak usia dini merupakan fondasi krusial dalam membentuk karakter, keterampilan motorik, serta pemahaman nilai-nilai kehidupan secara utuh. Sebagai bentuk sinergi antara sekolah dan orang tua.
KB/TK Islam Al Akhyar mengadakan program triwulan bertajuk “Kelas Inspirasi” dimana Ibu Guru Asrinamanti, S.Pd, sebagai penanggungjawab kegiatan. Program ini menghadirkan para wali murid dengan berbagai profesi inspirasi guna mengenalkan beragam pilihan cita-cita masa depan kepada anak-anak.
Kelas Inspirasi I dilaksanakan pada Rabu, 9 September 2026, mengangkat tema makanan sehat melalui kegiatan bertajuk Profesi Baker dan Mini Cooking Class: Membuat Sandwich Sehat. Narasumber yang hadir adalah Ibunda Zazilatun Nadiah, S.E., M.M., pemilik Zazil Bakery sekaligus wali murid dari Zhafier kelas B3.
Dipandu oleh Ibu Guru Nurfadhilah, S.Pd. sebagai moderator, acara dibuka dengan sangat meriah. Begitu jargon “Makanan Sehat!” disuarakan, anak-anak langsung menjawab penuh semangat, “Aku Kuat!”
Interaksi aktif langsung terbangun ketika narasumber memantik pemikiran anak-anak dengan pertanyaan “Ada yang tau apa itu Bakery?”. Anak-anak dengan antusias mengangkat tangan dan berlomba-lomba untuk menjawab.
Salah satu siswa kelas B2, Raka, menunjukkan keberanian dan rasa percaya diri untuk maju ke depan “Tempat banyak sekali roti!” jawabnya yang langsung disambut tepuk tangan meriah dari narasumber dan teman-teman.
Keberanian Raka berbuah manis. Ia bersama empat temannya yaitu Baby (B4), Shafa (B2), Ezar (A2), dan Zahra (B2) terpilih bermain peran menjadi koki cilik. Mereka berkesempatan mengenakan apron merah mungil lengkap dengan topi koki khas Zazil Bakery, anak-anak ini siap bereksperimen.
Dengan penuh kesabaran, Ibunda Zazil mengenalkan bahan-bahan dan juga membawa beberapa peralatan membuat roti. Anak-anak diajak meraba sampel adonan roti untuk mengenali teksturnya, lalu belajar menggiling adonan di atas loyang. Stimulasi ini sangat bermanfaat untuk melatih motorik halus dan koordinasi tangan dan mata anak.
Di akhir sesi, Ibunda Zazil memberikan bingkisan roti kepada anak-anak yang aktif menjawab pertanyaan. Sesi pertama kemudian ditutup dengan penyerahan cenderamata dari pihak sekolah sebagai wujud terima kasih kepada narasumber.
Memasuki sesi kedua, kegiatan beralih ke praktik mini cooking class. Ibu Guru Nurliana, S.Pd. memberikan pengarahan tata cara pembuatan sandwich sehat serta pentingnya mencuci tangan terlebih dahulu.
Anak-anak kemudian kembali ke kelas masing-masing, didampingi guru wali kelas dan mitra pendamping. Di atas meja yang sudah diberi alas bersih, bahan-bahan sandwich disiapkan seperti roti tawar dari Zazil Bakery, selada, telur dadar, dan saus tomat.
Di balik keseruan menyusun sandwich, ada banyak proses belajar yang terjadi seperti mengenal pola & melatih kesabaran. Anak-anak belajar menyatukan roti segitiga dan merapikan isian di setiap lapisannya. Juga melatih kemandirian & motorik saat memegang selada, menata telur, hingga belajar menekan kemasan saus tomat sendiri.
Proses menyusun setiap lapisan makanan ini menjadi media pembelajaran nyata yang sangat menyenangkan bagi seluruh peserta didik. Ada anak yang sibuk menyusun karena sudah tidak sabar ingin mencicipinya, namun ada pula yang dengan bangga menyimpan hasilnya untuk ditunjukkan kepada orang tua di rumah.
Pengalaman langsung ini membuktikan bahwa setiap tahapan dalam membuat makanan memiliki makna pembelajaran yang berharga bagi tumbuh kembang si kecil.
Ditinjau dari Teori Konstruktivisme Jean Piaget, anak belajar secara aktif dengan mengonstruksi pengetahuannya melalui interaksi langsung atau hands-on learning. Aktivitas memipihkan, meraba adonan, dan memegang bahan makanan terbukti membantu anak memahami tekstur serta bentuk secara nyata.
Selain itu, kegiatan ini merujuk pada Teori Perkembangan Sosio-Emosional Lev Vygotsky yang menekankan pentingnya scaffolding dari orang dewasa. Saat guru dan narasumber mendampingi proses, anak-anak belajar melatih kesabaran dan menumbuhkan kemandirian.
Aktivitas memegang lembaran selada hingga menekan kemasan saus juga efektif melatih motorik halus serta koordinasi mata dan tangan sebagai persiapan menulis di jenjang SD.
Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana penanaman nilai spiritual tentang pentingnya mengonsumsi makanan yang bersih, sehat, dan halal.
Hal ini sejalan dengan intisari firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 168 untuk mengonsumsi makanan yang halal lagi baik (thayyib). Melalui arahan ini, anak-anak belajar memahami bahwa makanan sehat adalah bentuk rezeki yang membawa keberkahan bagi tubuh.
Penerapan adab makan dan kebiasaan menjaga kebersihan sebelum mengolah makanan juga menjadi bentuk pilar karakter di sekolah. Pembiasaan ini meneladani sunnah Rasulullah SAW dalam Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim untuk membaca basmalah, makan dengan tangan kanan, serta mengambil makanan yang terdekat.
Melalui perpaduan stimulasi motorik dan penanaman adab Islami, Kelas Inspirasi tidak hanya memberi wawasan baru tentang profesi yang menarik, tetapi juga memberikan pengalaman langsung yang berkesan bagi tumbuh kembang anak.
Terima kasih banyak kami ucapkan kepada Ibunda Zazilatun Nadiah, S.E., M.M. atas waktu dan ilmu yang sangat berharga.
Sampai jumpa di Kelas Inspirasi selanjutnya!

