Al Akhyar Jambore Nasional XII 2026 :Serunya berpetualang, tumbuh dan berprestasi

Makassar, Agustus 2026 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Pramuka Penggalang Gugus Depan 02.081–02.082 Pangkalan SD dan SMP Islam Al Akhyar. Sebanyak 10 peserta didik berhasil menjadi bagian dari Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 yang berlangsung di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, pada 13–20 Agustus 2026.
Mereka bergabung bersama lebih dari 25.000 peserta Pramuka Penggalang dari berbagai provinsi di Indonesia serta 7 Negara tetangga diantaranya Malaysia, Sri lanka, Timur Leste, Taiwan, Brunei Darussalam, Mauritius dan Australia, Keikutsertaan dalam kegiatan berskala nasional tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar Al Akhyar Islamic School.
Tidak hanya sebagai peserta, Al Akhyar Islamic School juga mengirimkan salah seorang pembina putri yang dipercaya menjadi Pembina Pendamping (Bindamping) dalam kegiatan nasional tersebut. Kak Darma, itulah sapaan akrabnya oleh adik-adik dan sesame anggota pramuka. Kepercayaan ini menjadi bukti bahwa pembinaan kepramukaan di Al Akhyar terus berkembang dan memberikan pengalaman berharga, baik bagi peserta didik maupun pembina.
Kepercayaan ini tidak hanya diberikan oleh pangkalan Al Akhyar namun juga oleh pengurus Kwartir Cabang Kota Makassar yang merekomendasikan ke pengurus kwartir Nasional dan telah memenuhi persyaratan Bindamping Jamnas XII 2026.
Keberhasilan adik-adik peserta jamnas menuju kancah nasional tidak hanya karena kerja keras dan semangat mencapai mimpi namun tidak terlepas dari dukungan pihak sekolah baik Ketua yayasan Bapak H. Dzulkifli Dinar,Lc dan Ibu beserta ketua-ketua bidang terutama Bidang pendidikaan dan kurikulum yayasan Bapak Azhar Fauzan S. Kom, kepala SD ibu Nurmaladewi, SE.,Gr dan Kepala SMP Ustadz Baharuddin, Lc.,SH.,Gr yang memberikan selalu memberikan dukungan moril maupun materil. Begitu juga dengan pembina-pembina pramuka lain kak Hendra dan Kak Rezky yang banyak membantu serta wali kelas dan guru-guru SD/SMP yang selalu memberikan dukungan dan bantuannya dalam proses menuju Jamnas.
Namun di Balik wajah yang ceria, semangat yang membara, fisik yang selalu kuat, hati yang selalu bahagia dan senang, ada sosok ayah dan bunda yang tidak pernah lelah mendukung secara finansial, menyemangati, menyiapkan makanan yang bergizi biar tetap sehat dan kuat menuju jamnas, antar jemput latihan, keliling kota Makassar membantu melengkapi kelengkapan peserta, ada juga yang tiba-tiba tiap hari buka toko online untuk cari barang-barang bagus dan harga cocok, belum lagi yang tidak kenal waktu ketika adik-adik harus latihan sebelum jam 6 sudah kumpul di kwarcab. Terutama antar jemput latihan keberangkatan serta penjemputanyang tidak mengenal panasnya siang, dinginnya pagi, dan sunyinya malam. Semua ini takkan sia-sia dan akan tersimpan di memori adik-adik menjadi kenangan yang tak terlupakan dan akan di ingat sepanjang masa.
Untuk dapat menjadi peserta Jamnas XII 2026, para Pramuka Penggalang harus melalui proses seleksi dan memenuhi berbagai persyaratan. Salah satunya adalah memiliki predikat Pramuka Garuda ( minimal pinru dan wapinru ), Kartu Tanda Anggota (KTA) yang masih aktif, serta terdaftar dalam aplikasi Ayo Pramuka.
Aplikasi tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan Jamnas XII 2026. Berbagai aktivitas peserta terintegrasi melalui aplikasi, termasuk penggunaan barcode pada sejumlah kegiatan. Peserta wajib melakukan pemindaian barcode sebagai bagian dari pencatatan keikutsertaan dan persyaratan untuk memperoleh piagam serta Tanda Ikut Serta Kegiatan (Tiska) Jamnas XII 2026.
10 Peserta, 1 Perjalanan Membanggakan
Kesepuluh peserta didik dari SD/SMP Islam Al Akhyar terdiri atas:
- Aaalimah Maisuri Yusuf, peserta didik kelas VI;
- Faiqah Adzkia Sulkifli, kelas VII;
- Anindyta Maha Putri, kelas VII;
- Kinara Annaya Quannisa, kelas VII;
- Azzahra Putri Wahab, kelas VII;
- Zahirah Almira Shofa, kelas VII;
- Pradipta Azzam Zaputra, kelas VII;
- Sofia Ratu Dana, kelas VIII;
- Rafifah Aisyah Mahera Syah, kelas IX; dan
- Muh. Cikal Fattahurrazzaq, kelas IX.
Keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan. Para peserta telah menjalani proses pembinaan yang panjang melalui latihan rutin, kedisiplinan, ketekunan, serta penyelesaian tahapan Syarat Kecakapan Umum (SKU) hingga tingkat Terap.
Proses pembinaan bahkan telah mereka jalani sejak usia Pramuka Pra-Penggalang. Dari waktu ke waktu, mereka ditempa melalui berbagai kegiatan kepramukaan yang bertujuan membangun keterampilan, kemandirian, kepemimpinan, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama.
Pramuka Garuda Menjadi Bekal Penting
Salah satu pencapaian penting yang menjadi bekal menuju Jamnas XII 2026 adalah keberhasilan para peserta meraih predikat Pramuka Garuda.
Pada Juni 2026, sejumlah peserta dari Al Akhyar dilantik sebagai Pramuka Garuda oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Ibu Fatmawati Rusdi, selaku Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Makassar yang dilaksanakan pada perkemahan sabtu minggu di Pantai Akkarena Makassar.
Pelantikan Pramuka Garuda menjadi salah satu momentum yang dinantikan oleh peserta didik Pramuka di berbagai pangkalan di Kota Makassar, baik golongan Siaga, Penggalang, Penegak maupun Pandega.
Bagi calon peserta Jamnas XII, predikat Pramuka Garuda memiliki arti penting karena menjadi salah satu persyaratan yang tercantum dalam petunjuk teknis untuk dapat dipercaya sebagai Pemimpin Regu (Pinru) dan Wakil Pemimpin Regu (Wapinru) dalam kontingen Jamnas XII Tahun 2026.
Dari 14 Pramuka Garuda yang dilantik sebagai utusan Kwartir Ranting Biringkanaya bersama lebih dari 200 peserta lainnya dari berbagai pangkalan di Kota Makassar, sebanyak 10 orang merupakan Pramuka Penggalang SD/SMP Islam Al Akhyar.
Pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri. Seluruh peserta Pramuka Garuda dari Al Akhyar dinyatakan lulus dan dilantik. Momentum pelantikan juga disaksikan oleh orang tua masing-masing peserta yang selama ini memberikan dukungan penuh terhadap proses pembinaan putra-putri mereka.
Perjuangan Panjang Menuju Cibubur
Perjalanan menuju Jamnas XII 2026 telah dimulai jauh sebelum peserta berangkat ke Jakarta.
Sekitar tiga bulan sebelum keberangkatan, para calon peserta Jamnas XII mengikuti rangkaian latihan gabungan yang diselenggarakan oleh Kwartir Cabang Kota Makassar dan Kwartir Daerah Sulawesi Selatan.
Latihan dilaksanakan secara rutin sedikitnya dua kali dalam sepekan di Kwartir Cabang Kota Makassar, Jalan Sultan Hasanuddin. Menjelang keberangkatan, intensitas latihan semakin meningkat hingga hampir setiap hari.
Para calon peserta juga mengikuti dua kali Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) sebagai bentuk simulasi kegiatan Jamnas. Salah satu kegiatan simulasi dilaksanakan di kawasan Pantai Akkarena Makassar bersama calon peserta Jamnas dari Kwarcab Kota Makassar dan Kontingen Sulawesi Selatan.
Rangkaian latihan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan fisik, mental, keterampilan, kedisiplinan, serta kemampuan beradaptasi para peserta.
Mengikuti latihan dengan intensitas tinggi tentu bukan hal mudah. Para peserta harus menempuh perjalanan puluhan kilometer dari pangkalan menuju lokasi latihan dengan kondisi mobilitas yang berbeda-beda. Namun, semangat peserta serta dukungan penuh dari orang tua menjadi kekuatan tersendiri.
Dukungan orang tua dalam menyediakan transportasi, perlengkapan, dan berbagai kebutuhan selama masa latihan turut berperan dalam memastikan seluruh proses persiapan berjalan dengan baik.
Dari Makassar Menuju Cibubur
Pada Jumat, 7 Agustus 2026, para peserta berkumpul di Kwartir Cabang Kota Makassar untuk menjalani karantina sekaligus pemeriksaan kelengkapan.
Pada malam harinya, peserta mengikuti pelepasan Kontingen Jamnas Kwartir Daerah Sulawesi Selatan di kawasan Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan defile dan penampilan yel-yel dari setiap kontingen cabang di Sulawesi Selatan.
Salah satu peserta dari SMP Islam Al Akhyar, Faiqah Adzkia Sulkifli, dipercaya menjadi salah satu utusan Kwarcab Kota Makassar untuk menjadi bagian dalam team yel-yel untuk menampilkan yel-yel terbaik dalam kegiatan tersebut.
Perjalanan menuju Jakarta dimulai pada Sabtu dini hari, 8 Agustus 2026, sekitar pukul 03.00 WITA. Rombongan keluarga besar Kwarcab Kota Makassar berangkat menggunakan bus dari Kantor Pramuka Kwarcab Kota Makassar menuju pelabuhan.
Setelah matahari terbit, seluruh rombongan Kontingen Sulawesi Selatan yang terdiri atas peserta, pembina, pelatih, unsur kwartir ranting, kwartir cabang, kwartir daerah, serta peninjau mulai naik ke kapal.
Rombongan kemudian meninggalkan Makassar menggunakan Armada KM Ngapulu menuju Tanjung Priok, Jakarta, dengan terlebih dahulu transit di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, waalaupun hanya sekedar keliling dan foto seru-seruan.
Setelah menempuh perjalanan selama tiga hari dua malam, rombongan akhirnya tiba dengan selamat di Buperta Cibubur pada Senin malam, 10 Agustus 2026.
Setibanya di lokasi, peserta langsung memasuki area perkemahan untuk beristirahat. Meski harus tidur beralaskan matras di dalam tenda setelah menempuh perjalanan panjang, rasa bahagia dan antusiasme menyambut Jamnas membuat kelelahan seakan terbayarkan.
Seminggu Penuh Pengalaman di Jambore Nasional
Setelah beristirahat dan mempersiapkan perkemahan, peserta mulai beradaptasi dengan lingkungan Buperta Cibubur. Mereka mendirikan tenda di Kempi dan Kempa masing-masing, menata perlengkapan, serta mempersiapkan diri mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Di tengah teriknya matahari dan kesibukan menata tenda, jemuran, pagar, serta berbagai perlengkapan camp, peserta Jamnas Al Akhyar mendapat kunjungan dari Yayasan Al Akhyar Islamic School. Rombongan yang dipimpin oleh Ibu Hj. Mudalifah Sappe bersama Ketua Bidang 5 Branding dan Marketing Bapak Ahmad Afandy, beserta istri datang membawa tambahan kebutuhan dan makanan untuk para peserta Jamnas Al Akhyar di Kempi 2.
Kehadiran rombongan yayasan menjadi tambahan semangat bagi para peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai. Para peserta juga menyampaikan terima kasih atas perhatian, dukungan, dan doa yang diberikan untuk keluarga besar Al Akhyar Islamic School.
Pembukaan Jamnas XII 2026
Rangkaian kegiatan Jamnas XII 2026 mulai berlangsung pada 13 Agustus 2026.
Pada hari pertama, peserta mengikuti persiapan gladi di area masing-masing sebelum bersama-sama menuju lapangan utama. Pada malam harinya, dilaksanakan kegiatan Malam Ulang Janji yang diikuti oleh para Bindamping sebagai bagian dari Pramuka dewasa.
Keesokan harinya, 14 Agustus 2026, Jamnas XII 2026 resmi dibuka dan dirangkaikan dengan peringatan Hari Pramuka.
Pembukaan berlangsung meriah. Ribuan Pramuka Penggalang dari berbagai daerah mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh antusias. Salah satu atraksi yang menarik perhatian adalah kolone tongkat yang dilakukan secara serentak dan kompak.
Selain itu, peserta juga disuguhi berbagai penampilan, antara lain drum band dari IPDN Bandung dan tarian dari Pesantren Darunnajah. Usai acara pembukaan, seluruh unsur baik peserta, pembina, kwart dari kwarcab Kota Makassar berkumpul di depan stand kwarda sul-sel untuk pengambilan dokumentasi.
Pada malam hari, suasana Jamnas semakin semarak melalui pentas seni yang menampilkan kekayaan budaya dari berbagai Kwartir Daerah di Indonesia. Setiap daerah mendapat kesempatan menampilkan kesenian dan budaya khasnya.
Kemeriahan semakin lengkap dengan kehadiran sejumlah artis ibu kota. Salah satunya adalah Raim Laode, yang tampil menghibur puluhan ribu peserta di lapangan utama Buperta Cibubur.
Belajar Sains, Teknologi, dan Budaya Nusantara
Hari ketiga Jamnas dimulai sejak dini hari. Sekitar pukul 04.00, peserta telah bangun, mandi, dan mengenakan pakaian kegiatan. Sarapan menjadi bagian penting sebelum mengikuti berbagai aktivitas. Sebelum pukul 05.00, peserta telah berkumpul di pendopo Kempi 2 untuk melaksanakan kegiatan ibadah. Peserta Muslim melaksanakan salat Subuh, sedangkan peserta Katolik mengikuti doa pagi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan olahraga dan apel pagi penaikan bendera.
Pada hari itu, peserta Kempi 2 mengikuti kegiatan Teknologi, Sains, dan Kampung Digital. Dalam kegiatan ini, mereka mendapatkan berbagai materi, antara lain produksi film atau sinema, pengelolaan sawit, penggunaan kecerdasan buatan (AI), serta manfaat teknologi dalam kehidupan.
Setelah beristirahat dan makan siang, peserta melanjutkan kegiatan dengan mengunjungi berbagai stand Kwartir Daerah di lapangan utama. Mereka berkesempatan mengenal seni, budaya, dan berbagai potensi daerah dari seluruh Nusantara. yang paling berkesan dan tak terlupakan dari kunjungna ini adalah ketika menikmati semangkok tekwan panas gratis yang tentunya sangat lezat rasanya.
Kegiatan tersebut menjadi pengalaman penting dalam menumbuhkan wawasan kebangsaan sekaligus memperkenalkan keberagaman Indonesia kepada generasi muda.
Mengenal Indonesia melalui TMII dan Monas
Pada 16 Agustus 2026, peserta mengikuti kegiatan kunjungan ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan Monumen Nasional (Monas).
Sejak pagi buta, peserta berkumpul di Kempi masing-masing dan menuju area parkir bus di samping lapangan utama.
Peserta Al Akhyar berada dalam Bus 80 bersama teman-teman dari Frater dan peserta dari Kwarcab Bangli, Bali. Perjalanan tersebut menjadi kesempatan untuk berinteraksi dan berbagi cerita dengan teman-teman dari latar belakang daerah dan keyakinan yang berbeda.
Setibanya di TMII, peserta menikmati suasana dengan berkeliling menggunakan kereta maupun sepeda yang disewa secara berkelompok.
Rumah adat Sulawesi Selatan menjadi salah satu tempat yang tidak dilewatkan. Dengan penuh semangat, para peserta berseru, “Jangki lupa kampungta, dhi!”
Setelah makan siang bersama, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Monas. Namun, kunjungan dilakukan ketika kawasan tersebut sedang disterilkan untuk persiapan upacara peringatan Hari Kemerdekaan pada keesokan harinya.
Meskipun tidak dapat mengeksplorasi kawasan Monas secara maksimal, peserta tetap mendapatkan kesempatan berada di sekitar kawasan tersebut sebelum kembali ke Buperta Cibubur.
Semangat Kemerdekaan dan Persaudaraan
Pada 17 Agustus 2026, peserta mengikuti upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di lapangan utama Buperta Cibubur. Setiap regu mengirimkan lima peserta sebagai perwakilan.
Setelah upacara peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, kegiatan dilanjutkan dengan karnaval budaya Indonesia dan festival Hari Kemerdekaan.
Perwakilan regu dari berbagai kabupaten, kota, dan kwartir cabang di seluruh Indonesia, termasuk sejumlah peserta dari negara tetangga, mengenakan pakaian adat daerah masing-masing dan mengikuti pawai di sekitar kawasan Buperta Cibubur.
Setelah beristirahat di camp, peserta kembali mengikuti berbagai permainan rakyat yang dikemas sebagai lomba persaudaraan di subkempi dan subkempa masing-masing.
Regu Mawar, utusan Al Akhyar, bersama Regu Matahari dari SMP Frater yang tinggal dalam satu camp dan berkegiatan bersama, turut mengikuti lomba tarik tambang.
Kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat persahabatan dan membangun semangat kebersamaan antarpeserta dari berbagai daerah.
Belajar Pertanian, Lingkungan, dan Kehidupan Berkelanjutan
Pada hari keenam, peserta mendapatkan pengalaman edukatif melalui kegiatan di Kampung Pertanian Terpadu.
Di lokasi tersebut, peserta tidak hanya belajar tentang pertanian, tetapi juga mengenal peternakan, perikanan, dan perkebunan yang berada di kawasan Cibubur.
Perjalanan kemudian berlanjut menuju Kampung Pengembangan Berkelanjutan (GDV) di Pusat Dirgantara. Jarak antarlokasi yang cukup jauh membuat peserta harus berjalan dan berpindah dari satu titik kegiatan ke titik lainnya.
Berbagai materi edukasi diberikan kepada peserta, antara lain pengelolaan keuangan oleh Pegadaian, pengelolaan sampah, penanggulangan narkoba oleh BNN, Pramuka dan SDGs, serta edukasi berlalu lintas bagi anak sekolah.
Salah satu momen membanggakan terjadi dalam kegiatan edukasi lalu lintas. Setelah mengikuti materi bersama ratusan peserta, panitia mengadakan permainan menggunakan aplikasi MyKuis.
Peserta dari Sulawesi Selatan, khususnya Kwarcab Kota Makassar, berhasil menunjukkan prestasi. Dua peserta dari SMP Islam Al Akhyar berhasil meraih Juara 1 dan Juara 2.
Rafifah Aisyah Mahera Syah berhasil meraih Juara 1, sedangkan Sofia Ratu Dana meraih Juara 2. Keduanya mendapatkan hadiah berupa helm dan tumbler elektrik.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi Kontingen Sulawesi Selatan sekaligus menunjukkan kemampuan peserta Al Akhyar dalam mengikuti kegiatan edukatif di tengah ribuan peserta Jamnas dari berbagai daerah.
Petualangan dan Tantangan Kepramukaan
Pada hari ketujuh, peserta memperoleh kesempatan menikmati wahana hiburan di Trans Studio Mall.
Dengan berjalan kaki, rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 08.00. Peserta berkumpul di depan panggung yang telah disiapkan panitia untuk mengikuti berbagai penampilan dan permainan. Setelah itu, peserta menikmati berbagai wahana hingga siang hari sebelum kembali ke Buperta untuk makan siang.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan petualangan kepramukaan di sekitar kawasan Fauna Land. Peserta berpencar sesuai kelompok masing-masing dan mengikuti berbagai tantangan.
Kegiatan tersebut menguji keberanian, kekompakan, kreativitas, dan keterampilan kepramukaan. Peserta mendapatkan tantangan mulai dari membuat bivak, membuat api, menangkap hewan buruan, menggunakan kompas dan peta pita, permainan kelompok, halang rintang, permainan individu, hingga membuat makanan.
Berbagai aktivitas tersebut memberikan pengalaman langsung tentang penerapan keterampilan kepramukaan dalam suasana yang penuh tantangan dan menyenangkan.
Hari Terakhir: Kegiatan Air dan Keterampilan Kepramukaan
Memasuki hari terakhir, 20 Agustus 2026, peserta mengikuti berbagai kegiatan air yang memberikan pengalaman baru.
Beragam aktivitas diperkenalkan, mulai dari menyelam, berenang, sepak bola air, bola voli air, hingga berbagai keterampilan lainnya yang dipandu oleh instruktur.
Setelah beristirahat dan makan siang, kegiatan dilanjutkan dengan materi keterampilan kepramukaan di sekitar kawasan Fauna Land.
Peserta kembali mendapatkan berbagai tantangan, antara lain menaksir tinggi atau panjang benda serta membuat bangunan sederhana menggunakan simpul dan ikatan.
Malam harinya menjadi salah satu momen paling emosional bagi seluruh peserta. Sekitar pukul 19.30, seluruh peserta telah berada di lapangan utama Buperta Cibubur untuk mengikuti upacara penutupan Jamnas XII 2026.
Upacara penutupan berlangsung pada malam Kamis, 20 Agustus 2026, dan ditutup langsung oleh Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Komjen Pol. (Purn.) Drs. Budi Waseso.
Pada Penutupan ini di umumkan beberapa kriteria penilaian dan Alhamdulillah Kontingen Sulawesi Selatan mendapatkan juara Konten Kreator terbaik.
Di tingkat Kwartir Daerah Sulawesi Selatan, Kwarcab Kota Makassar mendapatakan prestasi juara 1 Pembuatan film Dokumenter terbaik.
Suasana malam penutupan dipenuhi keharuan sekaligus kebahagiaan. Setelah delapan hari menjalani berbagai kegiatan, para peserta harus berpisah dengan sahabat-sahabat baru yang mereka kenal dari berbagai penjuru Nusantara.
Perjalanan yang Akan Selalu Dikenang
Bagi 10 Pramuka Penggalang SD/SMP Islam Al Akhyar dan Bindamping yang mendampingi, Jamnas XII 2026 bukan sekadar kegiatan perkemahan. Kegiatan tersebut menjadi perjalanan panjang yang memberikan pengalaman, pembelajaran, dan kenangan yang akan terus dibawa pulang.
Selama mengikuti Jamnas, peserta harus terbiasa bangun sejak dini hari, mempersiapkan perlengkapan secara mandiri, berjalan kaki hingga berkilo-kilometer, menghadapi panas terik, serta mengikuti berbagai aktivitas yang menguras tenaga.
Namun, berbagai tantangan tersebut tidak menyurutkan semangat mereka. Sebaliknya, setiap kesulitan menjadi bagian dari proses belajar untuk menjadi pribadi yang lebih mandiri, disiplin, tangguh, dan mampu bekerja sama dengan orang lain.
Malam-malam yang diisi pentas seni, kebersamaan dengan Pramuka dari berbagai daerah, serta kemeriahan Pasar Jambo yang menyediakan berbagai cendera mata khas Jamnas, kuliner, dan oleh-oleh turut menjadi bagian dari kenangan yang tidak terlupakan.
Lebih dari sekadar kegiatan perkemahan, Jamnas XII 2026 menjadi ruang belajar yang mempertemukan generasi muda dari berbagai penjuru Nusantara dalam semangat persaudaraan, kemandirian, keberagaman, dan kebersamaan.
Bagi peserta Al Akhyar, perjalanan dari Makassar menuju Cibubur bukan sekadar perjalanan fisik. Perjalanan tersebut menjadi proses menempa karakter, memperluas wawasan, membangun persahabatan, serta mengembangkan keterampilan.
Setelah kegiatan selesai, istirahat seharian sambil mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa pulang lewat jalur laut dengan menggunakan armada KM. Labobar. ternyata cerita tidak berakhir di cibubur namun berlanjut di kapal bersama ribuan peserta dari yang pulang ke daerah masing-masing menggunakan armada yang sama.
Mereka pulang membawa cerita, pengalaman, persahabatan, keterampilan baru, serta kebanggaan karena telah menjadi bagian dari salah satu perhelatan besar Gerakan Pramuka di Indonesia.
Dalam setiap kegiatan ada wajah yang sama selalu membersamai regu putri, itulah regu matahari yang di percayakan oleh kwarcab untuk berkegiatan dan tinggal dalam satu lokasi camp. yah itulah Regu mawar (SD/SMP Islam Al Akhyar l) dan Regu Matahari ( SD/SMP Frater Makassar ) Hidup seatap dalam tenda yang sama meski berbeda keyakinan namun keakraban, persaudaraan, kasih sayang, toleransi, dan kekompakann selalu mewarnai hari-hari dari persiapan, perjalanan pergi-pulang dan selama berkegiatan selalu bersama. Pelabuhan menjadi saksi perpisahan kita, namun ini bukanlah akhir tapi awal mula persahabatan Al Akhyar dan Frater. kita akan bertemu di kegiatan selanjutnya.
“Goodbye Cibubur, sampai jumpa di Jamnas berikutnya. Perjalanan ini takkan terlupakan. Kami akan selalu merindukan Jamnas dan seluruh sahabat Pramuka dari seluruh Nusantara.”
Selamat untuk adik-adik purna Jamnas telah berhasil melewati semua proses dengan jiwa yang kuat dan Tangguh.
Kak Darma
Pembina Pramuka Penggalang
Pangkalan Al Akhyar Islamic School
